Hari ini bahagianya aku,
dan berulang Hamdallah
pujisyukur Tuhan….Godbless…Haleluyah…
semua ungkapan semakna rasa
rasa syukur Just for You Gustiku Esa
….jika mati hari ini,
dimanakah tempatku…
ampunankah
karena dosa begitu jorok senista-nista,
ketika waktu lalu
begitu berat angkat kaki satu-satu
dari kubang nista itu…
Kini…..di sini….
tanpa teman tak mengapa,
tanpa sekutu dalam kejahatan
tak apa
Kuhanya ingin berteman denganMu,
menjadi babu-Mu…
mengabdi selurus semestaMU
lalu teringat Ibu…
anak-anak ku serta istri cantikku
“Dan aku percaya doa Ibu membuka pintu
Karunia-Mu untuk kami”
tak jengah saksikan kemelaratan anak-anakmu
tak menghentikanmu berdoa….
sebab anakmu bergayut malu
mengangkat dagu
menatap mata-mu
pun hanya untuk memberimu senyum……
Saturday, October 23, 2004
Presiden Mulai Menjawab Harapan
saat harapan itu mulai dijawab---menteri-menteri dilantik, ada yang bagus dan tak kurang yang cukup memenuhi "harapan" kelompok kepentingan ketimbang harapan kebanyakan rakyat. Kata salah satu dari mereka, jangan atasnamakan rakyat karena kami punya konstituen, betul. Tapi konstituen yang pilih partai kalian bukan untuk menunjuk jadi menteri tapi jadi wakil rakyat. Konstituen anda tidak pernah diajak konggres atau muktamar untuk mendukung calon presiden kalian, hingga presiden itu menunjuk kalian jadi menteri maka jangan bawa-bawa juga nama rakyat (konstituen) kalian : jika rakyat menganggap kalian tidak layak, tidak cakap, tidak kompeten, lucu dan terlalu dipaksakan untuk mengemban tugas kementerian di jaman sulit melilit ini.
Pesanku, selamat bekerja--jangan dengarkan kritik pedas kanan-kiri, jalan terus jika benar dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik pada kalian....juga jangan buat kerusakan dengan KKN di negeri yang sedang rusak berat di segala sektor kehidupan ini.... melantik kalian jadi menteri berarti : presiden terpilih memberikan sebagian mandat rakyat kepada kalian untuk memperbaiki kerusakan negeri ini....
Pesanku, selamat bekerja--jangan dengarkan kritik pedas kanan-kiri, jalan terus jika benar dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik pada kalian....juga jangan buat kerusakan dengan KKN di negeri yang sedang rusak berat di segala sektor kehidupan ini.... melantik kalian jadi menteri berarti : presiden terpilih memberikan sebagian mandat rakyat kepada kalian untuk memperbaiki kerusakan negeri ini....
Thursday, October 21, 2004
Monday, October 18, 2004
Tuesday, October 12, 2004
Teruslah Berharap.....
Harap diam sejenak, renungkan harapan banyak pihak
yang diberikan mereka yang mudah memberi banyak harap!
harapan perubahan, misalnya....dari keadaan sulit-melilit
tetap saja bukan perkara mudah untuk dirubah
dan sangat tergantung "kerja-keras" orang-orang yang diberi harap : untuk mewujudkannya!
butuh pengorbanan dan pengertian
butuh kesabaran
butuh permakluman
dan sampai pada pemberian maaf karena terlalu banyak harap tak bisa diwujudkan!
lantas untuk apa memberi harap jika kenyataan hidup sulit-melilit ini harus dihadapi sendiri?
kesalahan kita mungkin terlalu banyak berharap
dan mudah marah lalu lupa....mudah diombang-ambing keadaan
bahkan janji-janji yang sebenarnya tak pernah sungguh-sungguh ditagih sebagaimana ketidaksungguhan
mereka yang berjanji .... janji atas dipenuhinya harapan yang sejujurnya kita tahu sebagai omong-kosong...harapan perubahan keadaan yang justru menjadi sangat sulit karena terlibatnya orang-orang yang tidak kompeten disekitar orang yang menyatakan "saya mampu melakukan perubahan, insya Allah"....
maka :
teruslah berharap sambil mencaci-maki mereka yang mudah memberi harap
teruslah berharap kita sendiri mampu memenuhi harapan kita sendiri
biarkan mereka yang mudah memberi harap "dimakan" mulutnya sendiri
dan matinya beribu "singgat" berjingkat-jingkat pada tiap-tiap kebusukan
yang dilakukan pada orang-orang yang benar-benar sangat membutuhkan harapan
....mereka yang tidak lagi bisa berharap
karena keadaan terus memaksa mereka ke pinggiran....terlempar dari arus utama kehidupan
dimana orang-orang yang mudah memberi harap bercengkerama ketawa-ketiwi
dengan mereka yang masih bisa berharap (walau tahu semua itu omong-kosong)...
yang diberikan mereka yang mudah memberi banyak harap!
harapan perubahan, misalnya....dari keadaan sulit-melilit
tetap saja bukan perkara mudah untuk dirubah
dan sangat tergantung "kerja-keras" orang-orang yang diberi harap : untuk mewujudkannya!
butuh pengorbanan dan pengertian
butuh kesabaran
butuh permakluman
dan sampai pada pemberian maaf karena terlalu banyak harap tak bisa diwujudkan!
lantas untuk apa memberi harap jika kenyataan hidup sulit-melilit ini harus dihadapi sendiri?
kesalahan kita mungkin terlalu banyak berharap
dan mudah marah lalu lupa....mudah diombang-ambing keadaan
bahkan janji-janji yang sebenarnya tak pernah sungguh-sungguh ditagih sebagaimana ketidaksungguhan
mereka yang berjanji .... janji atas dipenuhinya harapan yang sejujurnya kita tahu sebagai omong-kosong...harapan perubahan keadaan yang justru menjadi sangat sulit karena terlibatnya orang-orang yang tidak kompeten disekitar orang yang menyatakan "saya mampu melakukan perubahan, insya Allah"....
maka :
teruslah berharap sambil mencaci-maki mereka yang mudah memberi harap
teruslah berharap kita sendiri mampu memenuhi harapan kita sendiri
biarkan mereka yang mudah memberi harap "dimakan" mulutnya sendiri
dan matinya beribu "singgat" berjingkat-jingkat pada tiap-tiap kebusukan
yang dilakukan pada orang-orang yang benar-benar sangat membutuhkan harapan
....mereka yang tidak lagi bisa berharap
karena keadaan terus memaksa mereka ke pinggiran....terlempar dari arus utama kehidupan
dimana orang-orang yang mudah memberi harap bercengkerama ketawa-ketiwi
dengan mereka yang masih bisa berharap (walau tahu semua itu omong-kosong)...
Subscribe to:
Posts (Atom)

