Wednesday, July 06, 2005

anak miskin dan sekolah

anak miskin tidak sekolah dengan anak kaya. anak miskin mendapat jawab "maaf sekolah ini tidak menerima anak dari comberan". anak miskin itu, menerawang...belum tau salahnya kenapa bapak membuangnya persis di comberan depan rumah kepala sekolah yang menolaknya masuk sekolah itu.
sekolah dibiayai negara. negara milik anak-anak dari orang kaya yang tentu tak akan membuang anaknya di comberan. anak miskin harus mencari sekolah di negara miliknya, negara milik anak-anak comberan. tapi di mana negara itu ? anak miskin makin tak tau salahnya kenapa tidak ada orang miskin yang mampu bikin negara sendiri. untuk membiayai sekolah anak-anak miskin. anak-anak yang dibuang bapaknya di comberan depan rumah orang miskin yang jabatannya kepala sekolah negeri miskin.
jangan menangis anak miskin, sebab menangis hanya membuat anak-anak kaya itu sontak menggertak-mu. jangan bikin pusing anak kaya yang sudah cukup pusing dengan utang bapaknya. untuk membiayai sekolah mereka, sekolah anak-anak kaya yang tentu tak akan dibuang ke comberan---betapapun bapak mereka sangat pusing.

Sunday, June 05, 2005

Jenuh yang Lelah

Ketika jenuh itu bicara...ketika jenuh itu marah..ketika jenuh mencabik rasa
aku terpaksa mengalah
rehat sejenak--sebab kulihat lelahnya
kulihat keringat dan otot-otot kecil di keningnya
mengeras membelalakkan mata

apa yang dikejar dalam hidup ini
hanyalah harapan...yang tak pernah sampai
maka istirahat menjadi begitu mahal
untuk membunuh lelah yang membuat gila
dan hasrat bunuh diri
dan mencekik leher sendiri
dan...untuk sebuah harapan
mati baik-baik saja
pintu itu nyata di depan kita
pintu mati
baik-baik saja

Thursday, May 05, 2005

KORUPSI REZIM POLITISI

Yang harus diwaspadai adalah politisi yang mengedepankan kepentingan memperkaya diri sendiri. Ketika ada segelintir aktifis ORNOP tergoda korupsi, hal itu hanya symptom yang masih mungkin diatasi, namun jika rezim politisi dibiarkan korupsi harus dilawan dengan cara luar biasa--revolusi.